Senin, 04 September 2017

Pendidikan Sosial dan Karakter Anak dari Idul Adha

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jumat tanggal 1 September 2017,  umat Islam merayakan salah satu hari besarnya, yakni Hari Raya Idul Adha. Dalam hari raya ini, selain melakukan takbir dan sholat ied kaum muslimin juga disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban. Daging dari hewan kurban tersebut kemudian dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang sekitar.

Hari Raya Idul Adha atau yang disebut Hari Raya Kurban sejatinya merupakan perjalanan menuju kesalehan sosial spiritual dari Idul Fitri. Jika Idul Fitri merupakan perwujudan kemenangan atas nafsu, egoisitas, dan individualitas, maka Idul Adha merupakan manifestasi perwujudan dari ketulusan berkorban, ketakwaan pada Allah dan kerendahhatian dalam melakukan refleksi histori mengenang perjuangan serta pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail AS.



Selain itu, bagi kita semua terutama buat anak-anak, Idul Adha bukan sekedar hari raya saja, tetapi juga terdapat pelajaran berharga. Didalamnya terdapat pendidikan sosial dan karakter yang patut diperhatikan.

Pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat penting, karena dengan pendidikan bisa menjadikan pola pikir seseorang bisa lebih maju.  Maju tidaknya suatu peradaban, tergantung pada tingkat pendidikan masyarakatnya. Satu hal lain yang tak kalah penting dalam pendidikan adalah jiwa sosial dan pendidikan karakter.

Karakter atau bisa juga kita sebut dengan akhlak/perilaku merupakan suatu yang melekat pada diri seseorang dan dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikirannya terlebih dahulu. Karakter dari diri seseorang sangat diutamakan. Pandangan orang tidak hanya melihat seberapa tinggi pendidikan ataupun gelar, tetapi juga dari karakternya. Oleh karena itu pendidikan karakter sangat mutlak diperlukan.


Di dalam buku tentang Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences), Daniel Goleman menjelaskan  kepada kita bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja. Dari penjelasan dalam buku tersebut bisa terlihat bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Terkait dengan peristiwa Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, apa saja pendidikan sosial dan karakter yang didapat oleh anak-anak? Berikut ini adalah ulasannya :

Berjiwa Sosial 
Dengan syariat kurban kita semua dilatih untuk memiliki jiwa sosial dengan berbagi daging kurban kepada orang-orang yang bisa dikatakan sangat jarang makan daging atau bahkan belum pernah makan daging. Setiap muslim harus memiliki rasa kepedulian dan persaudaraan antara sesama muslim yang dipupuk sejak usia dini.



Agar anak-anak dapat lebih merasakan pendidikan karakter ini mungkin kita sebagai orangtua atau pengajar bisa juga mengajak anak berinfaq  untuk membeli hewan kurban.

Kerjasama Tim
Ketika anak ikut menyaksikan  proses penyembelihan sampai dengan pendistribusian maka dia akan ikut belajar bagaimana cara bekerjasama dalam tim seperti yang dicontohkan dalam proses pemotongan, pengulitan, penyacahan, dan lainnya, dimana setiap orang berkerja. Masing-masing memegang pekerjaannya dan apabila ada yang kesulitan yang lain ikut membantu meski sebetulnya ia juga sedang mengerjakan pekerjaannya.

Berani 
Ternyata Idul Adha juga bisa membangun karakter berani lho. Dengan anak melihat langsung proses penyembelihan tentu akan menjadikan anak berani. Bukan berarti berani untuk berbuat kekerasan tetapi lebih kepada kebaikan.

Rajin
Ketika rasa tertarik anak sudah tumbuh kadang anak langsung ingin ikut berkurban. Tentu untuk bisa mewujudkannya di tahun berikutnya bisa saja kita sebagai orangtua atau pendidik mengompori agar si anak lebih rajin dalam belajar karena untuk membeli hewan kurban dibutuhkan uang yang tidak sedikit, untuk mendapatkan uang caranya hanya satu yakni bekerja dengan rajin.

Hemat 
Sebetulnya poin ke empat dan ke lima ini dapat dikaitkan. Ketika si anak berkeinginan untuk berkurban dan si anak berkeinginan untuk berkurban di tahun berikutnya, kita bisa mengajak anak untuk berhemat dan menyisihkan uangnya untuk menabung agar di tahun depan dia dapat membeli hewan kurban.

Baca juga : Makna Tersirat Dari Idul Adha dan Hewan Kurban

Mudah-mudahan dari setiap syariat yang Allah anjurkan kepada hamba-Nya dapat kita ketahui, bahwa segala sesuatu yang Allah perintahkan itu baik dan memiliki banyak sekali manfaat bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.  Dengan begitu kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita kebaikan sekaligus membangun karakter yang baik melalui syariat dari Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik