Senin, 27 Februari 2017

KEGIATAN MENGGAMBAR BADAK JAWA

Hampir 6 bulan ini mading TBM BINTANG BRILLIANT kosong tidak ada hasil prakarya maupun foto-foto terbaru. Hal itu bukan berarti di sini tidak ada kegiatan, namun karena kesibukan pengurus yang tidak sempat untuk menampilkan karya anak-anak TBM. Guna mengisi kekosongan Mading, anak-anak TBM BINTANG BRILLIANT yang kebetulan datang hari ini di minta untuk menggambar seekor Badak Jawa dan menempelkannya di Mading.



Hasil karya ditempel di Mading 

Mengapa harus Badak Jawa?

Sebenarnya Gambar Badak Jawa ini adalah reques dari calon donatur buku Dari Denpasar Bali yang bernama Green-book.org. Lembaga ini bergerak bidang pendidikan dan lingkungan hidup. Buku buku yang diberikan/disumbangkan nantinya berupa buku pengetahuan lingkungan alam. TBM BINTANG BRILLIANT belum pernah mendapatkan buku yang seperti ini, sehingga bantuan dari Green-book.org sangat di harapkan.

Gambar Badak Jawa memang kurang diminati oleh anak-anak, mereka lebih suka menggambar ikan,  burung, gajah dan sebagainya. Hampir semua anak menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat Badak Jawa secara langsung di Kebun binatang ataupun televisi. Mereka melihat Badak Jawa hanya dari buku dan majalah.

Predikat sebagai hewan langka, menjadi penghalang anak-anak untuk mengenal hewan ini. Oleh karena itu menggambar Badak Jawa di sebuah kertas menjadi salah satu cara mengenalkan populasi Badak Jawa pada anak-anak anggota TBM BINTANG BRILLIANT.

Chiara dan hasil gambarnya 
Chiara murid kelas 5, menjadi anggota tercepat yang menyerahkan gambar badak jawanya. Menurut pengakuannya, dia mencontoh gambar badak jawa tersebut dari internet. Chiara ini memang sangat jago menggambar jadi tak heran hasil gambarnya bagus sekali.

Setelah gambar Chiara tertempel di Mading, anak-anak yang lain kemudian tertarik dan antusias ingin lebih mengenal Badak Jawa. Mereka cepat-cepat menggambar Badak Jawa dan menempelkannya. Dari 10 anak yang datang malam ini (Senin, 27 Februari 2017), ada 5 anak yang sukses menggambar Badak Jawa, 2 diantaranya lumayan bagus dan 3 lainnya alhamdulillah ada bentuknya. Sedangkan yang 2 anak beralih haluan menggambar tanaman/pohon dan 3 anak lain menyerah tidak mau meneruskan gambar coretannya. Mereka semua anak kelas 3 MI (setingkat Sekolah Dasar).

Proses menggambar dan mewarnai Badak Jawa 
Arya, Dani, Abiy, dan Aldo memamerkan hasil karya masing-masing 
Ini bukan kompetisi, namun hanya Seru seruan sambil mengembangkan bakat dan potensi anak.

MENGENAL BADAK JAWA

Badak Jawa atau dalam bahasa latin disebut Rhinoceros sondaicus adalah salah satu hewan terlangka di dunia. Perkiraan jumlah populasinya saat ini tak lebih dari 60 ekor. Sebagian besar ada di Taman Nasional Ujung Kulon Jawa Barat  dan sekitar delapan ekor ada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Di kebun binatang di Indonesia tidak ada yang mempunyainya.

Badak Jawa juga adalah spesies badak yang paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia dan masuk dalam Daftar Merah badan konservasi dunia IUCN, yaitu dalam kategori sangat terancam.
Badak diyakini telah ada sejak jaman tertier (65 juta tahun yang lalu). Seperti halnya Dinosaurus yang telah punah, Badak pada 60 juta tahun yang lalu memiliki 30 jenis, namun kemudian banyak mengalami kepunahan. Saat ini hanya tersisa 5 spesies Badak, 2 spesies diantaranya terdapat di Indonesia.

Penampilan asli Badak Jawa 
Macam-macam spesies Badak yang masih bertahan hidup hingga sekarang yaitu :
  1. Badak Sumatera (Sumatran rhino) bercula dua atau Dicerorhinus sumatrensis. Terdapat di Pulau Sumatera (Indonesia) dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia).
  2. Badak Jawa (Javan rhino) bercula satu atau Rhinocerus sondaicus. Terdapat di Pulau Jawa (Indonesia) dan Vietnam
  3. Badak India (Indian rhino) bercula satu atau Rhinocerus unicornis. Tedapat di India dan Nepal.
  4. Badak Hitam Afrika bercula cula (Black Rhino) atau Diceros bicormis. Terdapat di Kenya, Tanzania, Kamerun, Afrika Selatan, Namibia dan Zimbabwe.
  5. Badak Putih Afrika bercula dua (White Rhino) atau Cerathoterium simum. Terdapat di Kongo.
Badak Jawa umumnya memiliki warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman. Memiliki satu cula, dengan panjang sekitar 25 cm namun ada kemungkinan tidak tumbuh atau sangat kecil sekali pada betina. Berat badan seekor Badak Jawa dapat mencapai 900 – 2300 kg dengan panjang tubuh sekitar 2 – 4 m. Tingginya bisa mencapai hampir 1,7 m.

Kulit Badak Jawa  (Rhinocerus sondaicus) memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja. Memiliki rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit. Bibir atas lebih menonjol sehingga bisa digunakan untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut. Badak termasuk jenis pemalu dan soliter (penyendiri).

Ayo siapa lagi yang ingin menggambar Badak Jawa??? Ditunggu karyanya.

Reaksi:

0 komentar: